Nama :Vivi Atma Lesmana
Kelas :3EA09
Npm :18210403
Metode Observasi “Metode observasi merupakan metode pengumpul data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki” (Supardi, 2006 : 88). Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturan tertentu sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah.
Secara umum observasi dapat dilakukan dengan cara yaitu: Metode Pengumpulan Data :
1.Observasi Partisipan
“Observasi partisipan adalah apabila observasi (orang yang melakukan observasi) turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang diobservas” (Supardi, 2006 : 91).
2.Observasi Non Partisipan
Merupakan suatu “proses pengamatan observer tanpa ikut dalam kehidupan orang yang diobservasi dan secara terpisah berkedudukan sebagai pengamat” (Margono, 2005 : 161-162).
Bungin (2007: 115-117) mengemukakan beberapa bentuk observasi, yaitu: 1). Observasi partisipasi, 2). observasi tidak terstruktur, dan 3). observasi kelompok. Berikut penjelasannya:
•Observasi partisipasi adalah (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan.
•Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan.
•Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian.
3.focus Group Discussion
Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap permaknaan dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari permaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap focus masalah yang sedang diteliti (Sutopo, 2006: 73).
Metode Pengumpulan Data - Teknik Kuesioner
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden (Sutopo, 2006: 82). Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya.
Metode Pengumpulan Data - Teknik Dokumen
Kata dokumen berasal dari bahasa latin yaitu docere, yang berati mengajar. Pengertian dari kata dokumen menurut Louis Gottschalk (1986: 38) seringkali digunakan para ahli dalam dua pengertian, yaitu pertama, berarti sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikan daripada kesaksian lisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis, dan petilasan-petilasan arkeologis. Pengertian kedua, diperuntukan bagi surat-surat resmi dan surat-surat negara seperti surat perjanjian, undang-undang, hibah, konsesi, dan lainnya. Lebih lanjut, Gottschalk menyatakan bahwa dokumen (dokumentasi) dalam pengertianya yang lebih luas berupa setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun, baik itu yang berupa tulisan, lisan, gambaran, atau arkeologis.
Metode Pengumpulan Data - Teknik Triangulasi
Triangulasi merupakan cara pemeriksaan keabsahan data yang paling umum digunakan. Cara ini dilakukan dengan memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Dalam kaitan ini Patton (dalam Sutopo, 2006: 92) menjelaskan teknik triangulasi yang dapat digunakan. Teknik triangulasi yang dapat digunakan menurut Patton meliputi: a) triangulasi data; b) triangulasi peneliti; c) triangulasi metodologis; d) triangulasi teoretis. Pada dasarnya triangulasi merupakan teknik yang didasari pola pikir fenomenologi yang bersifat multi perspektif. Artinya, guna menarik suatu kesimpulan yang mantap diperlukan berbagai sudut pandang berbeda.
Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.
Metode Pengumpulan Data - Metode Wawancara
Metode wawancara adalah “proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan” (Supardi, 2006 : 99). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa “wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yaitu wawancara yang akan mengajukan pertanyaan dan orang yang akan diwawancarai yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan diajukan” (Moleong, 2005 : 186)
Wawancara harus diperoleh dalam waktu yang sangat singkat serta bahasa yang digunakan harus jelas dan teratur. Dilihat dari prosedur wawancara, metode wawancara dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.Wawancara bebas
Wawancara bebas adalah “proses wawancara dimana interviewer tidak secara sengaja mengarahkan tanya jawab pada pokok-pokok persoalan dari fokus penelitian dan interviewer orang yang diwawancari” (Supardi, 2006 : 100).
2.Wawancara terpimpin
Wawancara ini juga disebut dengan interview guide. Ciri pokok wawancara terpimpin adalah bahwa “pewawancara terikat oleh suatu fungsi, bukan saja sebagai pengumpul data tetapi relevan dengan maksud penelitian yang telah dipersiapkan, serta data pedoman yang memimpin jalannya tanya jawab” (Supardi, 2006 : 100)
3.Wawancara bebas terpimpin
Wawancara bebas terpimpin adalah “kombinasi antara wawancara bebas dengan terpimpin” (Supardi, 2006 :100). Jadi pewawancara hanya membuat pokok-pokok masalah yang akan diteliti, selanjutnya dalam proses wawancara berlangsung mengikuti situasi pewawancara harus pandai mengarahkan yang diwawancarai apabila ternyata ia menyimpang.
http://www.sarjanaku.com/2013/01/metode-pengumpulan-data-teknik.html
Wednesday, 27 March 2013
Mata Kuliah Komputer Lembaga Keuangan dan Perbankan
Nama : Vivi atma lesmana
Npm : 18210403
kelas: 3EA09
Bank merupakan Dana yang di salurkan untuk masyarakat dalam bentuk kredit berasal dari deposit.
Bank wajib menjaga likuiditas jangka panjang dan jangka pendek.Setiap bank umum wajib menyimpan uang di bank Indonesia menimal 8% dari deposit.bank punya kemampuan meningkatnya kredit pada masyarakat yang asalnya dari deposito.mengapa harus 8% untuk melakukan transaksi kliring (tukar-menukar surat).
fungsi dari B.I :melayani lalu lintas ,menghimpun dana, untu setiap transaksi berlainan bank selalu menggunakan perantara yaitu B.I, untuk perantara menggunakan nota debit dan nota kredit. transaksi dengan menggunakan bank yang sama di sebut juga dengan transfer.
jika i2-nya > dari i1 maka profit bank akan semakin tinggi besarnya loan to deposit ratud mak 110%. arti dari LDR itu sendiri yaitu setiap kredit yang disalurkan wajib melibatkan modal.
Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir
merupakan kebalikan dari sistem cek.Giro Bisa diambil dengan 2 cara, yaitu : 1. Lewat cek (atas unjuk). 2. bilyet giro (atas nama).
Npm : 18210403
kelas: 3EA09
Bank merupakan Dana yang di salurkan untuk masyarakat dalam bentuk kredit berasal dari deposit.
Bank wajib menjaga likuiditas jangka panjang dan jangka pendek.Setiap bank umum wajib menyimpan uang di bank Indonesia menimal 8% dari deposit.bank punya kemampuan meningkatnya kredit pada masyarakat yang asalnya dari deposito.mengapa harus 8% untuk melakukan transaksi kliring (tukar-menukar surat).
fungsi dari B.I :melayani lalu lintas ,menghimpun dana, untu setiap transaksi berlainan bank selalu menggunakan perantara yaitu B.I, untuk perantara menggunakan nota debit dan nota kredit. transaksi dengan menggunakan bank yang sama di sebut juga dengan transfer.
jika i2-nya > dari i1 maka profit bank akan semakin tinggi besarnya loan to deposit ratud mak 110%. arti dari LDR itu sendiri yaitu setiap kredit yang disalurkan wajib melibatkan modal.
Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir
merupakan kebalikan dari sistem cek.Giro Bisa diambil dengan 2 cara, yaitu : 1. Lewat cek (atas unjuk). 2. bilyet giro (atas nama).
Sunday, 24 March 2013
Berita Yang Mengandung 5W1H
What (Apa) = Krisis air Bersih
Where (dimana) =di kecamatan Batee
When (Kapan) = 21 februari 2013
Who (Siapa) =masyarakat Kecamatan Batee
Why (Mengapa) =karena letak desa yg jauh.
Bagaimana (How) =Membatasi pemakai air bersih,Membuat sumur pompa air n Menghemat air bersih yg ada..
Hampir setengah masyarakat Kecamatan Batee mengalami krisis air bersih. Padahal jaringan pipa air bersih telah terpasang di semua desa dan juga telah dibangun beberapa mesin pengolah air (Water Treatment Plant/WTP).
Informasi yang diperoleh Serambi dari Sekretaris Camat Batee, M Jafar Z SSos, krisis air bersih ini dialami hampir setengah penduduk kecamatan.
“Dari 28 desa di Kecamatan Batee, sebanyak 14 desa di antaranya masih mengalami krisis air bersih. Akibatnya setiap hari warga terpaksa membeli air minum seharga Rp 5.000 per jeriken,” sebutnya, Rabu (20/2).
Ia menyebutkan, instalasi pipa penyaluran air bersih sebenarnya sudah terpasang di seluruh desa sejak beberapa tahun lalu. Di samping itu juga sudah dibangun mesin pengolah air (Water Treatment Plant/WTP) di Desa Teupin Raya, Lhokseumani dan Kareung.
Keuchik Desa Neuheun, Usman Maddan, menyebutkan, pipa air sebenarnya sudah dipasang sejak tahun 2010 lalu, namun belum difungsikan sampai sekarang. “Malah sudah ada kran yang patah,” imbuhnya
“Penyebab krisis air karena letak desa jauh, maka itu diharapkan keberadaan WTP di Batee segera diserahterimakan dari Pemkab Pidie kepada PDAM,” ujarnya.(aya)
http://aceh.tribunnews.com/2013/02/21/14-desa-di-batee-krisis-air-bersih
Monday, 11 March 2013
Uang dan fungsi uang
Uang adalah sebagai salah satu alat transaksi yang alimg dipercaya dan paling mudah dipakai, serta beredar secara legal di kalangan masyarakat luas.
fungsi uang yaitu ;
1.Sebagai alat pertukaran atau medium exchange, dengan uang kita semua ga perlu repot untuk mendapatkan/membeli sesuatu. Cara ini so pasti lebih mempermudah pertukaran barang daripada pakai cara barter.
2.Penakar/satuan harga atau unit of account, dengan uang nilai suatu produk baik barang atau jasa lebih bisa diukur ,juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
3.Penyimpan nilai/kekayaan atau store of value, uang bisa digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa depan. Misalnya seorang pengusaha yang menjual produknya saat ini, maka uang hasil penjualannya bisa disimpan untuk digunakan memproduksi produknya besok atau masa yang akan datang.
Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Faktor-faktor tingkat Tabungan
1.Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat
2.Tinggi rendahnya suku bunga bank
3.adanya tingkat kepercayaan terhadap bank
Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka, merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.
Bunga kredit adalah suku bunga yang dikenakan oleh pihak pemberi kredit (kreditor) kepada nasabahnya (debitur) untuk periode kredit tertentu terhadap pokok pinjaman.
http://plazadinar.com/fungsi-uang/investasi_emas
Sunday, 13 January 2013
Pengaruh Interaksi Individu Terhadap Gaya Hidup
Interaksi merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan. Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Menurut pendapat Dr. A. Lysen kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai suatu kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.Jadi, indivudu merupakan manusia perseorangan atau suatu makhluk yang sebagai kesatuan terbatas.
Interkasi antar individu :
1.Yakni suatu kejadian dimana Individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan kepada individu lainnya.
2.contoh : orang sedang bercakap-cakap, seorang guru yang memarahi murid yang terlambat.
Interaksi individu bisa dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja dan masyarakat. Masing-masing lingkungan sosial mempunyai penekanan norma-norma.
•Lingkungan keluarga
Sebagai lingkungan sosial awal dalam membentuk karakter individu. Anak sebagai individu menghormati orang tua, menyayangi sesama anggota keluarga. Begitu juga dengan orang tua, menyayangi sesama anggota keluarganya. Jika tidak ada saling menyayangi akan timbul kekacauan dalam keluarga. Keluarga juga sebagai tempat individu untuk berlindung.
•Sekolah.
Individu dalam sekolah menjalankan peranan masing-masing. Individu sebagai murid dalam lingkungan sekolah, berinteraksi dengan individu yang sebaya. Memiliki tujuan yang sama untuk belajar, memiliki kesamaan kepentingan dan ada aturan. Membuat individu hampir tidak ada perselisihan.
•Tempat kerja.
Individu satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan latar belakang, Namun dengan perbedaan yang ada, mereka harus bekerjasama untuk kemajuan diri dan perusahaannya. Individu dalam lingkungan kerja melakukan hubungan komunikasi yang baik, untuk kemajuan perusahaan. Jika tidak ada komunikasi yang baik, akan membuat lingkungan kerja yang kurang nyaman.
•Masyarakat.
Lingkungan paling luas bagi individu untuk berinteraksi dengan individu lain. Masing-masing individu memiliki perbedaan latar belakang, kepentingan dan tujuan. Hal yang kelihatan dengan mata, bisa sebagai kebohongan karena ada kepentingan dan tujuan yang berlainan. Individu menjaga jarak sebagai perlindungan diri. Tapi masing-masing individu saling menghargai karena adanya norma sosial.
Sumber :http://bkintheschool.blogspot.com/2012/04/interaksiantar-individu-dan-antar.html
Saturday, 12 January 2013
Pengaruh Situasi Konsumen
Pengaruh Situasi dapat dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek Engel, et.al (1994).
Situasi Konsumen adalan faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu Mowen dan Minor (1998)
Jenis situasi konsumen
Situasi komunikasi adalah situasi di mana konsumen mendapatkan informasi atau sedang melakukan komunikasi untuk menentukan pilihan konsumen.
Konsumen bisa mendapatkan informasi melalui, komunikasi lisan, media cetak, media masa, atau informasi langsung dari produsen ke konsumen
Situasi Pembelian adalah situasi lingkungan yang dihadapkan oleh konsumen ketika berada di pasar untuk membeli produk atau jasa, misalnya : di tempat rekreasi bila seorang konsumen rela mengeluarkan biaya mahal guna mendapatkan produk yang diinginkan hal itu dikarenakan situasi yang berada di tempat wisata
Situasi Pemakaian adalah situasi penggunaan produk dan jasa merupakan situasi atau suasana ketika konsumsi terjadi.
Faktor Situasi
Pengalaman
Pembelian pertama kali
Tidak ada pengalaman yag lalu karena produk adalah baru
Pengalaman sebelumnya yang tidak memuaskan pada kategori produk
Dapat diterima secara social
Pembelian ditunjukan untuk hadiah
Produk dapat dilihat oleh masyarakat
Pertimbanangan yang berhubungan dengan Nilai
Pembelian dilakukan karena keinginan saja bukan kebutuhan
Semua alternative mempunyai konsekuensi yang diingini maupun yang tidak diingini
Para anggota keluarga tidak sepakat mengenai syarat produk atau penilaian alternative
Sumber : http://organisasi.org
Siklus Hidup Keluarga (Family Life Circle)
Keluarga adalah sistem sosial yang unik. Cara masuk ke dalam sistem ini adalah melalui kelahiran, pengadopsian, pengangkatan, pernikahan. Memutuskan seluruh koneksi kekeluargaan adalah hal yang mustahil. Anggota keluarga juga biasanya memiliki peran tertentu. Hubungan antar anggota keluarga merupakan hal yang paling penting dan tidak tergantikan.
Tahap Satu: dewasa muda Tunggal meninggalkan rumah
Berikut perubahan emosional dari ketergantungan pada keluarga untuk penerimaan tanggung jawab emosional dan keuangan bagi diri kita sendiri. Perubahan orde kedua (lihat sidebar) meliputi diferensiasi diri dalam kaitannya dengan keluarga asal. Ini berarti kita tidak membuta menerima apa yang orang tua kita percaya atau ingin kita lakukan, kami juga tidak secara otomatis merespon negatif terhadap permintaan mereka. Keyakinan dan perilaku kita sekarang menjadi bagian dari identitas kita sendiri, meskipun kita akan berubah dan memperbaiki apa yang kita percaya sepanjang hidup kita. Juga, selama periode ini kami mengembangkan hubungan dengan teman sebaya intim pada tingkat yang lebih dari yang kita sebelumnya dan menjadi mandiri secara finansial.
Tahap Dua: Pasangan baru bergabung keluarga mereka melalui pernikahan atau hidup bersama
Transisi emosional utama pada tahap ini adalah melalui komitmen untuk sistem baru.Orde kedua perubahan melibatkan pembentukan sistem perkawinan dan penataan kembali hubungan dengan keluarga besar dan teman- teman yang termasuk pasangan kita.
Tahap Tiga: Keluarga dengan anak-anak muda
Secara emosional kita sekarang harus menerima anggota baru ke dalam sistem. Hal ini tidak sulit awalnya karena bayi datang kepada kita dalam paket bersalah manis yang membuka hati kita. Sayangnya, di tengah malam kita mungkin bertanya-tanya apa yang kita sudah diri kita ke dalam. Namun demikian, kita menyesuaikan sistem perkawinan untuk membuat ruang bagi anak-anak kita, juggling membesarkan anak, keuangan dan tugas-tugas rumah tangga. Orde kedua perubahan juga terjadi dengan penataan kembali hubungan dengan keluarga besar karena membuka untuk menyertakan orangtua dan peran grandparenting.
Tahap Empat: Keluarga dengan anak remaja
Transisi emosional keras di sini untuk seluruh keluarga karena kita perlu untuk meningkatkan fleksibilitas dari batas-batas keluarga untuk memasukkan kemerdekaan anak-anak dan kelemahan kakek-nenek '. Seperti disebutkan di atas, kedua orde perubahan diperlukan agar pergeseran hubungan orangtua-anak untuk mengizinkan remaja untuk bergerak masuk dan keluar dari sistem. Sekarang ada fokus baru pada masalah-masalah perkawinan dan karir setengah baya dan pergeseran awal menuju merawat bersama untuk generasi tua ketika anakanak dan orang tua penuaan permintaan perhatian kita, menciptakan apa yang sekarang disebut generasi sandwich.
Tahap Lima: Peluncuran anak-anak dan pindah
Ini adalah salah satu transisi yang bisa paling emosional sulit bagi orangtua karena mereka sekarang perlu menerima banyak keluar dari dan entri ke dalam sistem keluarga. Jika pilihan dari anak-anak meninggalkan sarang yang kompatibel dengan nilai-nilai dan harapan dari orang tua, transisi dapat relatif mudah dan menyenangkan, terutama jika orang tua berhasil menavigasi orde kedua mereka perubahan, seperti negosiasi ulang dari sistem perkawinan sebagai pasangan bukan hanya sebagai orang tua. Perubahan perkembangan lain termasuk perkembangan dewasa-untuk-dewasa hubungan antara kami dan anak-anak kita tumbuh, dimasukkannya dalamhukum dan cucu, dan berurusan dengan cacat dan kematian orang tua kita sendiri. (LihatMelepaskan Anak Dewasa kami: Ketika Yang Kami Lakukan yang Never Enoughuntuk apa yang bisa terjadi ketika transisi dalam tahap ini menjadi sangat bergelombang.)
Tahap Enam: Keluarga di kemudian hari
Ketika Erik Erikson membahas tahap ini, ia berfokus pada bagaimana kita sebagai individu baik meninjau kehidupan kita dengan penerimaan dan rasa prestasi atau dengan kepahitan dan penyesalan. Sebuah pendekatan sistem keluarga, bagaimanapun, adalah tertarik pada bagaimana keluarga sebagai satu unit merespon dan melihat prinsip emosional kunci sebagai menerima pergeseran peran generasi.Orde kedua perubahan membutuhkan kita untuk mempertahankan kepentingan kita sendiri dan berfungsi sebagai pasangan dalam menghadapi penurunan fisiologis. Kita menggeser fokus kita ke generasi tengah (anak-anak yang masih dalam tahap lima) dan mendukung mereka saat mereka memulai anak-anak mereka sendiri. Dalam proses ini generasi muda perlu membuat ruang bagi kebijaksanaan dan pengalaman orang tua, mendukung generasi yang lebih tua tanpa overfunctioning bagi mereka. Lain orde kedua perubahan termasuk berurusan dengan kehilangan pasangan kita, saudara, dan rekan-rekan dan persiapan untuk kematian kita sendiri dan akhir generasi kita.
Sumber : http://www.scribd.com/doc/87635120/Tahapan-Siklus-Kehidupan-Keluarga
Subscribe to:
Posts (Atom)

